Warning: The magic method Predic_Widget::__wakeup() must have public visibility in /home/pafikabminahasa.org/public_html/wp-content/themes/inx-game/vendors/predic-widget/predic-widget.php on line 192
Efektivitas Training di SiPAFI KAB.MINAHASA untuk Tenaga Teknis Kefarmasian - SiPAFI KAB.MINAHASA - SISTEM INFORMASI PERSATUAN AHLI FARMASI INDONESIA

Efektivitas Training di SiPAFI KAB.MINAHASA untuk Tenaga Teknis Kefarmasian

Efektivitas Training di SiPAFI KAB.MINAHASA untuk Tenaga Teknis Kefarmasian

Latar Belakang

Training merupakan bagian penting dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, termasuk tenaga teknis kefarmasian. Di Kabupaten Minahasa, program training yang diselenggarakan oleh SiPAFI (Sistem Pelayanan Farmasi Indonesia) bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para tenaga teknis kefarmasian. Efektivitas dari program ini sangat penting untuk memastikan tenaga kefarmasian dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik dan sesuai standar.

Deskripsi Program SiPAFI

SiPAFI adalah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan mutu pelayanan farmasi di Indonesia. Di Kabupaten Minahasa, program ini menyasar tenaga kesehatan terutama yang terlibat dalam pelayanan farmasi. Program training mencakup berbagai aspek seperti manajemen obat, pelayanan kesehatan, kesehatan masyarakat, serta isu-isu terkini dalam dunia kefarmasian. Training ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan praktik langsung untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta.

Metodologi Pelatihan

Metodologi yang digunakan dalam training SiPAFI adalah kombinasi antara teori, praktik, dan studi kasus. Peserta dilatih melalui:

  1. Sesi Teori:

    • Pembelajaran mengenai regulasi, etika, dan standar pelayanan farmasi.
    • Diskusi mengenai obat-obatan baru dan perkembangan terbaru dalam industri farmasi.
  2. Sesi Praktik:

    • Simulasi pengelolaan apotek dan pelayanan pasien.
    • Latihan keterampilan komunikasi dan interaksi dengan pasien.
  3. Studi Kasus:

    • Diskusi kelompok tentang permasalahan umum yang dihadapi di lapangan.
    • Analisis derajat kepuasan pasien dan strategi peningkatan layanan.

Target Peserta

Peserta program training di SiPAFI terdiri dari tenaga teknis kefarmasian, apoteker, hingga staf administrasi yang terlibat dalam pelayanan farmasi. Dengan memperhatikan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, SiPAFI mengatur pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.

Evaluasi Efektivitas Training

Untuk mengukur efektivitas training, beberapa indikator digunakan:

  1. Keterampilan Peserta:

    • Pengukuran peningkatan keterampilan melalui pre-test dan post-test.
    • Observasi kemampuan dalam simulasi praktik pelayanan farmasi.
  2. Level Kepuasan:

    • Survei kepuasan peserta setelah menyelesaikan training, termasuk aspek materi ajar dan pengajaran.
  3. Implementasi di Lapangan:

    • Monitoring kinerja peserta di tempat kerja setelah mengikuti training.
    • Analisis dampak terhadap mutu pelayanan di fasilitas kesehatan.

Keberhasilan Program

Berdasarkan hasil evaluasi, program training SiPAFI menunjukkan tingkat keberhasilan yang menjanjikan. Keterampilan tenaga teknis kefarmasian meningkat secara signifikan, terutama dalam area pelayanan langsung kepada masyarakat. Penggunaan obat yang lebih tepat, penanganan pasien yang lebih baik, serta peningkatan kepuasan pasien menjadi salah satu hasil positif yang dicapai setelah pelatihan.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun sukses, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh SiPAFI dalam menjalankan program training:

  1. Kompleksitas Materi:

    • Materi yang kompleks membutuhkan waktu yang cukup untuk pemahaman yang baik. Bagi beberapa peserta, materi yang terlalu teknis dapat menjadi kendala.
  2. Variasi Latar Belakang Peserta:

    • Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, peserta memiliki kemampuan dasar yang bervariasi, sehingga mempengaruhi proses belajar.
  3. Sumber Daya Terbatas:

    • Keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar yang berpengalaman di area tertentu juga menjadi tantangan dalam memberikan training yang berkualitas.

Upaya Perbaikan

Untuk mengatasi tantangan tersebut, SiPAFI berupaya melakukan inovasi dalam program pelatihan:

  1. Penyederhanaan Materi:

    • Material dilengkapi dengan video pembelajaran dan infografis untuk membantu pemahaman.
  2. Program Mentoring:

    • Menyediakan bimbingan dari tenaga ahli bagi peserta yang membutuhkan bantuan lebih dalam memahami materi.
  3. Peningkatan Fasilitas:

    • Investasi dalam fasilitas pelatihan yang lebih baik dan teknologi modern untuk mendukung proses belajar yang efektif.

Kesimpulan

Efektivitas training di SiPAFI KAB.MINAHASA bagi tenaga teknis kefarmasian tergantung pada berbagai faktor, termasuk metodologi pengajaran, perangkat evaluasi, dan respon peserta. Meskipun ada tantangan, langkah-langkah perbaikan yang dilakukan menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga kefarmasian di daerah tersebut. Dengan pelatihan yang tepat, diharapkan tenaga teknis kefarmasian di Kabupaten Minahasa dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.